Pages

Meramal Masa Depan


Antara laki - laki dan perempuan mempunyai kacamata yang berbeda untuk meramal masa depannya.

Maksudnya apa ya ? Hehe


Kodrat
Laki - laki dan perempuan diciptakan dengan kelebihan dan kekuranganya. Masing - masing mempunyai batasan - batasanya tersendiri.

Boleh saja bermanufer, namun jangan sampai melebihi batasan yang ada, seperti kejadian yang sedang heboh terjadi saat ini.

Kacamata masa depan
Mungkin kalian sering mendengar statemen seperti ini :

"Kita hari ini adalah hasil kumulatif dari apa yang telah kita lakukan di masa lalu. Kita di masa depan adalah apa - apa yang akan kita lakukan saat ini."

Saya akan mencoba mengkorelasikan statemen tersebut dengan apa yang bisa diramal oleh laki - laki dan perempuan pada masa depannya.

Saya akan mengambil contoh tentang jodoh, tapi jangan diambil terlalu serius ya, hanya berdasarkan pengamatan saya hehe :)

Sama atau kebawah
Hal ini berlaku untuk laki - laki pada umumnya.

Jika kamu adalah mahasiswa baru sebuah perguruan tinggi negeri, pasti kamu sering dibilang oleh senior atau dosen kamu bahwa kamu harus bersabar minimal satu tahun jika ingin mencari jodoh dari rekan - rekan se program studi atau se kampus kamu.

Kalaupun mau mencari saat masih menjadi angkatan termuda, ya mentok - mentoknya yang seangkatan aja dan peluangnya sangat kecil untuk mencari yang diatas alias yang lebih tua dari usia kamu.

Bisa jadi kedatangan mahasiswa baru membuat kamu mendapat banyak pilihan untuk menentukan jodoh kamu.

Jika kamu adalah lulusan S1, tentu kamu akan mencari jodoh yang sama S1 juga atau yang pendidikannya dibawah S1, seperti SMA, SMP, dan seterusnya.

Mencari yang pendidikannya diatas S1, seperti S2 ataupun S3, tentu harus dengan mental yang cukup kuat untuk dapat mendapatkannya dan mungkin sangat jarang sekali yang berani melakukannya. Kalaupun ada, kamu mungkin akan segera mengambil pendidikan agar segera selevel dengan jodohnya. Iya kan :)

Lalu kesimpulannya apa ?

Menjadi laki - laki, kamu dapat menentukan parameter maksimum jodoh yang ingin kamu dapat. Semakin tinggi kualitasmu, maka semakin banyak pilihan yang dapat dipilih untuk menjadi jodohnya.

Ga mungkin kan masa hafalan kamu 1 juz ingin melamar calon jodoh yang hafalannya 5 juz. Setidaknya hafalan kamu juga harus 5 juz. Begitu juga untuk hal lainnya.

Sama atau keatas
Hal ini berlaku untuk perempuan pada umumnya.

Jika kamu adalah mahasiswa baru sebuah perguruan tinggi negeri, tentu kamu langsung akan menjadi primadona saat itu, karena calon jodohmu tersedia dari yang seangkatan hingga yang seniornya.

Namun, lama kelamaan karisma kamu akan semakin turun dengan banyaknya mahasiswa baru yang masuk dan senior ataupun teman seangkatan yang lulus, karena butuh mental yang cukup kuat jika kamu ingin mencari jodoh yang usianya lebih muda dari kamu.

Jika kamu adalah lulusan S1, tentu orang yang akan melamar kamu adalah orang yang lulusan S1 atau diatasnya. Akan semakin kecil pula peluang kamu akan dilamar oleh pria yang lulusanya dibawah S1, seperti SMA, SMP, dan sterusnya.

Lalu kesimpulannya apa ?

Menjadi perempuan, kamu dapat menentukan parameter minimum jodoh yang akan melamar kamu. Semakin tinggi kualitasmu, maka semakin sedikit dan berkualitas pria yang akan melamar kamu.

Bisa jadi mereka saat ini sedang berusaha untuk menyeimbangi kualitas dirimu.

Titik temu
Laki - laki, jika semakin luas dan tinggi kualitas dirinya, maka jodoh yang dapat dipilih akan semakin banyak dan variasi kualitasnya pun bervariasi, dimana paramter kualitas tertinggi adalah yang setara dengan laki - laki.
Perempuan, jika semakin luas dan tinggi kualitas dirinya, maka calon jodoh yang akan melamarnya akan semakin sedikit dan kualitasnya akan semakin tinggi, dimana kualitas minimal orang yang akan melamar setidaknya seimbang dengan kualitas yang dimiliki perempuan saat ini.


Selamat belajar semuanya :)

No comments:

Post a Comment